Feeds:
Posts
Comments

Beristirahat di Puncak Gunung Rakutak

Pada 25 mei 2012 lalu, saya bersama 4 orang teman sejurusan melakukan “ekspedisi” ke Gunung Rakutak. Gunung Rakutak sendiri merupakan gunung yang terletak di selatan Kota Bandung, tepatnya berada di Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung. Menurut salah satu sumber, Gunung Rakutak berada pada  ketinggian 1921 mdpl. Gunung ini tidak se-populer gunung-gunung lain yang berada di sekitar Bandung. Bedasarkan banyak informasi dari berbagai artikel di internet, gunung ini memiliki karakteristik yang unik, dimana alamnya masih asri dan akses pendakian yang masih minim. Itulah yang menjadi tantangan perjalanan kali ini. Lihat di Google Maps

Perjalanan dimulai pada hari Kamis 17 Mei 2012 pukul 13.00. Kami ber-5 berkumpul di Stasiun Bandung. Akses kendaraan yang akan kami pakai adalah KRD Ekonomi arah Cicalegka, namun dengan tujuan Rancaekek dengan lama perjalanan sekirat 10-15 menit. Setelah tiba di Rancaekek, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan Angkot trayek Cileunyi-Majalaya. Kendaraan ini dapat dengan mudah dijumpai di dekat Stasiun Rancaekek (100 m). Lamanya perjalanan dengan angkot tujuan terminal majalaya menghabiskan waktu sekitar 20-30 menit. Dari terminal majalaya kemudian dilanjutkan dengan angkot warna kuning tujuan Pacet.  Di kecamatan Pacet, kita melanjutkan perjalanan menuju Desa Sukarame. Desa ini merupakan akses poin pertama menuju Gn. Rakutak. Untuk menuju Desa Sukarame, kita memilih untuk jalan kaki, jaraknya kurang lebih 3 km dari pusat keramaian di Pacet. Namun, sebagai alternatif sebenarnya dapat menggunakan angkot.

Stasiun Bandung

Trayek Tarif
KRD BDG-Rancaekek Rp 5000
Angkot Rancaekek-Majalaya Rp 3500
Majalaya-Pacet Rp 4000
Pacet-Desa Sukarame (optional) Rp 2000

Kira-kira pukul 3 sore kami memulai pendakian dari desa Sukarame. Keadaan desa sukarame cukup asri, dimana seperti pada umumnya desa di pegunungan, kami melewati persawahaan dan perumahaan warga. Kurang lebih setelah berjalan selama 30 menit, kami telah meninggalkan desa Sukarame. Topografi kemiringan lereng yang tajam mulai terasa, namun saat itu masih banyak dijumpai perkebunan warga. Perlu diketahui juga, bahwa tidak ada pos atau pintu masuk resmi pendakian di gunung ini. Selain perkebunan, perjalanan juga diselingi oleh hutan.

Perjalanan Menuju Puncak

Pada pukul 6 sore, kami akhirnya mencapai daerah terakhir perkebunan warga. Kami memtuskan untuk beristirahat dan membangun Bivak. Kesan pertama yang kami dapat pada perjalanna ini, adalah perjalanan yang cukup membosankan dan sangat lama untuk meninggalkan daerah perkebunan dan perumahan warga (menghabiskan waktu 3 jam hanya untuk meninggalkan daerah warga!). Karena ada rekan kami yang agak keberatan untuk mmelanjutkan perjalanan, akhirnya kami memutuskan untuk bermalam di tempat tersebut.

Berlamalam di Kebun Bawang.. :D

Otomatis keesokan harinya, pukul setengah 8 pagi kami baru melanjutkan perjalanan kembali. Dan inilah pendakian yang sesungguhnya, tidak lagi dijumpai jejak2 aktifitas warga. Kami mulai memasuki daerah bersemak belukar. Karakteristik vegetasinya banyak dipenuhi oleh tumbuhan berduri. Di saat itu pula, lebar jalan setapak sangat sempit. Banyak jalan yang tertutup vegetasi. Kemungkinan gunung ini memang jarang didaki. Kalaupun ada, mungkin sekitar 2 minggu yang lalu, atau akibat hujan semak belukar menutupi jalan kembali. Kurang lebih setelah 1 jam perjalanan (termasuk diselingi istirahat), barulah kami mendapatkan kemiringan lereng yang berubah drastis, dan vegetasinya pun dipenuhi oleh pepohonan tinggi. Secara posisi, kami berada di punggungan gunung, di bagian kiri dan kanan kami berhadapan langsung dengan jurang. Jalanan banyak yang terkena longsor. Kira2 lebar punggungan hanya 5-8 meter. Kondisi ini berlangsung sampai menuju puncak.

Setelah kami menjumpai tanda “PUNCAK”, dengan gembira kami menselebrasikannya dengan cara masing-masing.  Dari puncak, terlihat Gunung Wayang di bagian selatan, bagian Barat terlihat Kecamatan Pacet dan Gunung Malabar, di Bagian Utara nampak Kecamatan Majalaya dan Daerah Bandung Selatan. Bagian Timur ini kami melihat gunung lain, sayangnya kami tidak mengetahui nama gunung tersebut. Diantara gunung rakutak dan gunung bagian timur tsb seluruhnya dipenuhi dengan hutan belantara, jika ditarik ke arah utaranya, mungkin akan dapat dijumpai Situ Ciharus yang melegenda. Rencananya kami akan melanjutkan perjalananselanjutnya dan menuju Situ Ciharus. Namun, kami agak penasaran, karena di bagian lainnya, punggungan gunung masih mengarah pada puncak lainnya yang lebih tinggi. Dapat disimpulkan bahwa saat itu kami kemungkinan berada di puncak bayangan. Di puncak ini, luas area sangat sempit dengan lebar hanya 6 meter atau dengan kata lain, hanya berupa punggungan sempit. Saat itu, waktu menunjukkan pukul 12 siang. Ya, kami tidak sempat solat jumat, karena kami tidak menduka perjalanan akan menghabiskan waktu selama ini, dan belum lagi kami harus bermalam sebelumnya.

Puncak!

Setelah melakukan istirahat, kami melanjutkan perjalanan untuk menunju puncak “sesungguhnya”. Dari puncak “bayangan” ke puncak sesungguhnya, hanya dipisahkan oleh 1 punggungan yang lebarnya hanya 0.5 (setengah) meter. Karena sempitnya punggungan ini, para pendaki biasanya menyebutnya dengan “Punggung Naga”. Di bagian kiri dan kanan langsung berhadapan dengan jurang yang vertikal (90 derajat). Jika dilihat dari bawah, mungkin Nampak seperti “ benteng. Karena celah yang sempit, kami hanya berjalanan dengan 1 banjar. Setelah beberapa waktu, salah satu rekan kami yang berjalan paling depan menjumpai longsoran yang besar, dan sangat tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan. Ditambah lagi cuaca tiba2 memburuk. Pantas saja di puncak dimana kami beristirahat tadi, terpampang tanda/tiang yang bertuliskan “PUNCAK”. Karena puncak sejati, tidak dapat di akses lagi (longsor).

Cuaca Memburuk

Di tengah perjalanan kembali, kami didera hujan deras. Namun, tanpa beristiraat dan dengan kecepatan penuh, akhirnya kami dapat mencapai desa Sukarame pada pukul 5 sore. Dan kami sangat beruntung, kira-kira pukul setengah 6, kami masih dapat melanjutkan perjalanan pulang dengan angkot (masih tersedia angkot) dan kami juga mendapatkan akses kereta pukul 7 malam di Stasiun Rancaekek dimana kereta tersebut merupakan kereta terakhir tujuan bandung hari itu.

Sumber tambahan:

Di sela-sela kesibukan mahasiswa tingkat akhir yang sangat menguras waktu, tenaga, pikiran, uang, dan blablabla.. Ternyata saya bersama 3 teman lainnya masih sempat untuk berpartisipasi dalam simposium international di bidang sains dan teknologi kebumian: “10th International Symposium on Earth Science and Technology 2012″…

Hahaha..Dari modal pikiran iseng dan coba-coba kirim abstrak ternyata tembus seleksi juga. Alhamdulillah, ini merupakan paper international kedua saya dimana 2 tahun sebelumnya saya pernah juga men-submit paper di bidang lain, yaitu energi alternatif pada perhelatan Perhimpunan Pelajar Indonesia se-dunia di Berlin, Jerman (RENEWS 2010). Saat itu, saya bersama rekan dari Tek. Elektro ITB membuat paper tentang sumber energi terbarukan dari pasang-surut laut. Namun jika dibandingkan dengan paper yang akan saya publikasikan kali ini, saya rasa kualitasnya kali ini akan lebih baik, mengapa? Oke, akan saya jelaskan selanjutnya…

Paper ilmiah pada konferensi saya kali ini adalah mengenai simulasi model perseberan termal di sekitar terminal LNG di salah satu ex pabrik LNG terbesar di dunia di Bontang, Kalimantan TImur. Paper ini melibatkan 2 rekan dari sesama jurusan dan angkatan. Di dalam penilitian tersebut, kami mensimulasikan persebaran panas yang di keluarkan oleh outlet pabrik. Hasil simulasi akan memberikan informasi spasial dan temporal mengenai distribusi temperatur di perairan sekitar pabrik. Dinamika persebaran temperatur ini dikontrol oleh faktor-faktor alam seperti pasang surut, sirkulasi arus, musim, dll. Pemecahan simulasi ini menggunakan model hidrodinamika dan adveksi-difusi menggunakan perangkat lunak DHI MIKE 21.

Jika pada paper saya tentang energi terbarukan sebelumnya menggunakan prinsip kajian awal, kali ini benar-benar penelitian ilmiah.

Karena perhelatan tersebut baru akan dilaksanakan pada September 2012 dan berarti paper akan dipublikasikan saat itu, dengan demikian saat ini saya tidak dapat men-share papernya. Akan tetapi, bagi yang berminat untuk mengetahui lebih lanjut mengenai topik ini, pembaca dapat mengirimkan permohonan secara probadi melalui  email saya.

sumber: dhigroup.com

Kegiatan operasional day to day eksploitasi migas di offshore sangat ditentukan dengan kondisi lingkungannya (atmosfer dan laut). Saat drilling vessel  melakukan pengeboran, posisi kapal dapat berubah-ubah secara dinamis, selain itu riser  terbentang ke dasar laut tidak boleh terganggu oleh arus, apalagi jika vessel beroperasi di laut dalam. Arus kencang dapat mengakibatkan kegagalan operasional. Pengamatan (monitoring) arus secara real-time akan menjadi sangat penting karena profil arus dapat digunakan untuk membantu positioning vessel.

sumber: derinsu

Baik secara real-time (langsung) maupun historis, data lingkungan ini menjadi komponen penting untuk aktifitas harian dan perencanaan jangka panjang. Contoh lain adalah ketika melakukan operasi offshore dimana letak platform berjarak kiloan meter dari daratan, maka cuaca sangat menentukan dalam pengambilan keputusan yang tujuannya demi keselamatan kerja (misal: operasi helicopter, operasi seismic, kapal angkut (barge), dll) dan untuk kasus perencanaan jangka panjang, biasanya data2 ini menunjang dalam pengambilan keputusan (misal: field development, desain plaform baru).

Saat ini berkembang istilah Real-time Metocean Monitoring System (RMS), dimana dilakukan pengukuran dan monitoring kondisi lingkungan secara real-time. RMS diaplikasikan pada berbagai fasilitas offshore platform (drilling vessel, FPSO, TLP, dsb) migas. RMS mengakuisisi dan mendistribusikan data secara real-time yang sistemnya secara umum terdiri dari sejumlah komputer yang menerima data dari sumber utama (instrumen misal: ADCP)  dan mengkomunikasikan antar sesama user yang didistribusikan melalui jaringan LAN untuk mengamati fenomena metocean (meteorologi dan oseanografi) dari berbagai lokasi.

RMS bersifat sangat fleksibel, dimana data yang diperoleh secara langsung akan memudahkan user untuk mengambil keputusan secara cepat dan datanya dapat direkam ke database untuk keperluan di masa yang akan datang. RMS merupakan sistem monitoring keadaan, bukan sistem kontrol. Jadi user bersifat pasif, artinya tidak dapat berinteraksi dengan data yang diperoleh maupun mengendalikan instrumennya (remotely). Sifat ini justru yang memudahkan dalam mengaplikasikannya pada fasilitas produksi migas dengan desain yang minimal dan usaha mengintegrasikannya.

sumber: synectica.co.uk

Data-data yang dapat didistribusikan oleh sistem ini dari instrumen pengukur misalnya seperti arus 3D, gelombang (directional wave), angin, parameter fisis (temperatur, salinitas), dll.

Biasanya jika seorang oseanografer mengukur arus dengan ADCP, secara konvensional mereka akan meninggalkan instrument tersebut di suatu tempat. Setelah beberapa hari lalu data hasil pengukuran di download dari kartu memori. Untuk beberapa kasus hal ini tidak menguntungkan terutama untuk monitoring kondisi cuaca langsung. Maka dengan RMS instrument-instrumen pengukuran seperti ADCP tersebut langsung terhubung dengan system jaringan dimana data-datanya secara real-time langsung terkirim ke data center atau pusat kendali. Jika pernah mendengar istilah Metocean Engineer, maka inilah salah satu jobdes-nya, yaitu merancang sistem ini.

Diagram Rose

Bagi para akademisi, mahasiswa, dan orang2 yg berprofesi di bidang geosains, tentu sudah familiar dengan ‘Diagram Rose’ (diagram mawar). Disini saya hanya berbagi kembali untuk membahas diagram rose beserta aplikasinya di berbagai bidang.

Menurut definisi saya (hihi), Diagram rose merupakan diagram/chart yang merepresentasikan nilai suatu fenomena alam/kebumian yang terdiri dari parameter vektor (arah dan besaran) fenomena itu dalam sudut/arah tertentu dan banyaknya jumlah kejadian pada suatu rentang waktu.

Meteorologi

Dalam bidang meteorologi, penggunaan diagram rose contohnya adalah metode pengolahan data angin (biasanya disebut windrose). Misalkan seorang meteorologis memiliki 1000 data kecepatan angin pada rentang waktu 10 tahun di lokasi tertentu. data2 angin tersebut biasanya terdiri dari parameter kecepatan arah horzontal dan vertikal. kemudian dari data ini dengan cara perhitungan trigonometri biasa, kita dapat menentukan arah dan besaran kecepatan masing2 data tersebut. Dari situ kita dapat menentukan dari mana arah angin dominan (biasanya mengacu terhadap arah utara geografis) dan berapa besar kecepatan rata2nya selama 10 tahun dengan menggunakan diagram rose.

pengolahan data angin ini biasanya digunakan seorang Oseanografer untuk menentukan daerah pembangkitan gelombang akibat angin (fetch). gambar di bawah ini merupakan contoh visualisasi diagram windrose dimana arah angin dominan terlihat ke arah selatan:

Oseanografi

Untuk kasus aplikasi diagram rose di bidang Oseanografi, saya mengambil contoh untuk arus (currentrose) pasut. Data hasil pengukuran arus di lapangan yang diperoleh, kemudian dipisahkan menjadi dua bagian. yaitu arus pasut dan non-pasut. Arus pasut 24 jam yang telah dipisahkan dengan arus non-pasut tadi, kemudian di plot ke dalam diagram rose. Dari hasil plot, kita dapat menentukan bagaimana tipe arus pasut di perairan tempat pengukuran ini. Tipe gerak arus pasut dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu gerak rotasi, bolak balik, dan hidrolik (Hadi dan Radjawane, 2009). Diagram rose ini dapat menggambarkan bagaimana tipe gerak arus tersebut.

Geologi

Diagram rose pada geologi struktur bermanfaat untuk menentukan orientasi strike dan dip suatu struktur batuan dan mineral. Hasil pengolahan ini dapat digunakan untuk membantu mendapatkan gambaran struktur geologi di bawah permukaan. Contoh lain, diagram rose dalam geologi dapat membantu untuk menggambarkan arus purba (paleocurrent). klik disini

Geofisika

Saya kurang memahami aplikasi diagram rose dalam bidang geofisika. Namun, beberapa rekan saya dari jurusan geofisika pernah menjelaskan, diagram rose ini banyak digunakan dalam berbagai aplikasi geofisika seperti teknik panas bumi (geothermal). Mungkin ada rekan pembaca yang mau share ilmunya?hehe

Bagaimana cara membuatnya?

Bagi yang sudah familiar dengan Matlab, diagram rose dapat dibuat dengan sangat mudah. Matlab sudah menyiapkan fungsi plot ini di dalam programnya. Link berikut memberikan penjelasan cara pembuatan diagram rose sederhana:

http://www.weizmann.ac.il/matlab/techdoc/ref/rose.html

Sebenarnya, masih banyak tools lain utk membuat diagram ini, bahkan dengan MS Excel sekalipun!

Sumber:

Hadi, S. dan Radjawane, I. M., 2009, Arus Laut, Penerbit Ganesha, Institut Teknologi Bandung

http://ptbudie.wordpress.com/2010/05/27/peran-fosil-dalam-menentukan-arus-purba-paleocurrent/

lain-lain

Dalam artikel ini saya akan sedikit review menganai apa saja yang dipelajari di oseanografi, lalu saya akan menjelaskan mengenai prospek karir lulusan Oseanografi di dunia industri, tantangan2, daftar2 perusahaan prospektif, bekal kuliah, dll. Semoga bermanfaat!

Sejauh yang saya baca dari banyak artikel, banyak masyarakat masih belum mengenal baik Jurusan Oseanografi. Terkadang ada yang beranggapan jurusan Ilmu Kelautan itu identik dengan jurusan Oseanografi, ada lagi yang mengira Oseanografi serupa/miirp dengan Tek. Kelautan. Sehingga otomatis mereka mengira bahwa profesi lulusannya akan sama. Pernyataan tersebut tak sepenuhnya salah, namun dengan perkembangan dan kebutuhan pasar di dunia industri yang begitu pesat, saya ingin menjelaskan mengenai profesi seorang lulusan oseanografi di dunia kerja yang tentunya terkait di bidangnya dimana akan menunjukan perbedaan yang mencolok dibanding dengan lulusan Ilmu Kelautan. Informasi ini saya peroleh dari berbagai sumber dan trennya di media internet.

Pertama-tama saya ingin mengajak pembaca menyamakan persepsi terlebih dahulu. Pada dasarnya Ilmu kelautan dan perikanan maupun oseanografi sama-sama mempelajari dinamika laut. Setelah menjalani 2 tahun pertama di jurusan Oseanografi dan dengan bergaul bersama senior maupun rekan2 dari ilmu serupa (ilmu kelautan/perikanan) di univ lain, ternyata saya menemukan banyak perbedaan yang nantinya menentukan profesi lulusannya juga. Secara umum, berbagai sumber menyatakan bahwa Oseanografi terdiri dari beberapa konsentrasi, yaitu Oseanografi Fisis, Oseanografi Kimia, Oseanografi Biologi, dan Oseanografi Geologi. Di jurusan yang saya ikuti saat ini adalah Oseanografi Fisis dimana lebih banyak mempelajari mengenai dinamika fisis laut seperti arus, gelombang, pasut, sedimen laut, dll. Meskipun demikian, tak lepas dari fondasi atau dasar-dasar dari kajian oseanografi lainnya (kimia,geologi,dll). Sedangkan bedasarkan hasil diskusi bersama teman2 dari Unpad, Undip, dan IPB ilmu kelautan lebih mempelajari mengenai hayatinya. Meskipun demikian, beberapa tools yang dipakai sama seperti metode penginderaan jauh, hidro-akustik, dll.

Perikanan, Lingkungan, atau Rekayasa Struktur?

Ketika saya berkuliah banyak rekan2, para orang tua, dan masyarakat luas yang bertanya, “kalo oseanografi itu belajar apa?”, “lulusannya nanti kerja dimana ya?”. Bahkan banyak adik2 junior di jurusan yang tidak paham, sehingga motivasinya dalam belajar kurang OK! Hal ini tentu sempat saya alami juga! Haha.. Baik, saya akan menjawabnya dengan maha rinci! Haha..

Oseanografi khususnya di ITB, di tahun pertama, mata kuliahnya akan 80% sama dengan seluruh jurusan teknik dan sains lainnya! Kalkulus, Fisika Dasar, Kimia Dasar, dll… di tingkat 2, kita akan mempelajari dasar2 rekayasa maupun sains sebagai bekal utama utk mata kuliah spesifik jurusan selanjutnya yang +/- 50% sama dgn jurusan2 lainnya! Mata kuliahnya antara lain: Fisika Matematik (matematika rekayasa), Mekanika, Termodinamika, Mekanika Fluida, metode numerik, Probabilitas dan statistik, dan beberapa matakuliah dasar jurusan seperti pend. Oseanografi, suplemen matkul Geologi,dll. Di tingkat 3 dan 4 akan lebih spesifik dengan keahlian jurusan seperti arus, hidrodinamika, pemodelan ose, gelombang, pasang surut, pemrosesan sinyal, surveying ose, hidrografi, dll. Sehingga perlu dimaknai bahwa jurusan Oseanografi ini merupakan jembatan sains dan teknik (kata temen saya Ignatius Ryan, Oseanografi ITB 07).

Kajian Tambahan

Walaupun sebagian besar banyak mempelajari dinamika fisis, namun kita juga tetap mempelajari ilmu-ilmu terkait yang lebih komprehensif seperti manajemen, lingkungan, dll.

di jurusan Oseanografi, mahasiswanya akan mempelajari mengenai proses2 kelautan yang menyangga iklim global. sehingga beberapa keahlian juga ada yang di fokuskan terhadap Perubahan Iklim.

yang lagi emerging di bumi pertiwi ini juga dalah masalah bencana, banyak juga yang hebat dengan mengabdikan keahliannya di bidang mitigasi bencana (tsunami, kenaikan muka laut, dll).

Meskipun oseanografi tidak mengkaji secara khusus mengenai teknologi perikanan, namun ilmunya banyak diterapkan di teknologi perikanan.

Ilmu oseanografi juga banyak mengkaji masalah-masalah lingkungan, khususnya lingkungan laut.

Ilmu oseanografi dapat diterapkan dalam kebijakan dan manajemen pesisir. Seperti kita ketahui, di seluruh dunia penduduk banyak terdistribusi di daerah pesisir. Sayangnya, di Indonesia dimana negara kepulauan terbesar di dunia ini sangat ironi dimana banyak sumber menyebutkan bahwa masyarakat miskin banyak terkonsentrasi di daerah pesisir. Inilah yang menjadi tantanganperkembangan ilmu oseanografi.

Para Lulusannya!

Disini saya ingin merujuk pada salah satu brosur Program Studi Oseanografi ITB, dimana di sana dijelaskan mengenai prospek kerja lulusannya. Dulu, sebelum akhirnya memilih jurusan ini, saya sempat ingin tahu lebih dalam, dari berbagai prospek nantinya, apa saja yang dipelajari di kuliah dan bisa di aplikasikan di berbagai profesi.  Lihat Brosurnya. Karena penasaran, saya banyak mencari-cari info dan tren yang berkembang tentang profesi para lulusan oseanografi, rujukannya banyak melihat yang berkembang di luar negeri. Tak lepas juga, saya mencari-cari tahu juga profesi para senior/alumni jurusan ini.

Seperti halnya para lulusan Teknik Mesin, ketika bekerja mereka ada yang berporfesi sebagai pipeline engineer, maintenance engineer, facility engineer,dll, begitu pula lulusan Teknik Perminyakan ada yang jadi Drilling Engineer, Reservoir Engineer, Production Engineer,dll, juga Teknik Kelautan sperti (coastal engineer, subsea engineer, offshore structure engineer, Naval Architect,dll). Keahlian spesifik ini akan diperoleh ketika seorang fresh graduate mulai meniti karirnya dengan (biasanya) memperoleh training dari perusahaan tempat mereka bekerja. Bagamana dengan lulusan oseanografi? Ya tentu saja kawan! Lulusan Osean pun akan seperti itu, contohnya? Coastal modeler, oceanographic surveyor, metocean engineer, hydrographic surveyor, oceanographer, marine seismic navigator (offshore navigator), marine environmental scientist, dan banyak lagi!!!!

Profesi2 yang baru saya sebutkan tadi pasti akan sangat asing bagi pembaca dan para mahasiswa ”new comer”di jurusan ose. Tidak perlu takut, karena profesi tersebut nyata. Di berbagai negara eropa profesi tersebut saat ini sedang emerging bgt. Di asia, profesi2 tersebut biasanya banyak diperlukan di negara2 timur tengah dan singapura. Hmm.. Bagaimana dengan Indonesia, tentu saja di Indonesia juga berkembang, TAPI karena para mahasiswa dan lulusan ose kurang banyak mengetahui, akibatnya iklim kerja menjadi kurang kompetitif, profesi2 tersebut akhirnya diisi oleh lulusan2 dari jurusan lain, dan sebagian lagi diisi oleh para ekspatriat!. Maka selain kita perlu tahu profesi tadi, kita juga perlu persiapan matang semenjak kuliah. Persiapannya selain skill taktis maupun soft skill, juga perlu ada political will semenjak kuliah seperti, ikut kerja praktek di industri2 migas misalnya, sehingga kita bisa dikit2 promosiin jursan kita. Baiklah, di bawah ini saya jelaskan profesi2 lulusan oseanografi beserta desripsi kerjanya!

Dunia Riset

Kesempatan untuk berkarir di dunia riset di bidang oseanografi sangat luas. Ilmu oseanografi sangat penting untuk peradaban manusia. Kita banyak bergantung pada laut, sehingga tentu saja ilmu oseanografi sangat berperan. Pemerintah Republik Indonesia sangat menyadari akan perkembangan ilmu pengetahuan untuk kemajuan bangsa. Makanya, banyak sekali badan riset di bawah kementrian terkait dan Kementrian terkait yang mengkaji masalah oseanografi. Berikut ini adalah badan-badan yang mengkaji oseanografi:

  • BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) – Di bawah koordinasi Kementrian Riset & Teknologi
  • Kementrian Kelautan dan Perikanan
  • LIPI
  • PPPGL (Pusat Pengembangan dan Penerapan Geologi Kelautan – Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral
  • BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) – Kementrian Perhubungan
  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana - Lembaga Pemerintah non-departmen
  • LAPAN (Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional – Lembaga Pemerintah non-departemen
  • DIHIDROS (Dinas Hidrografi-Oseanografi) - TNI AL
  • PU - Kementrian Pekerjaan Umum

Selain dapat berkarir sebagai peneliti di lembaga pemerintah, dapat juga menjadi tenaga pengajar di berbagai univ. di Indonesia. Selain itu juga banyak peneliti Indonesia di bidang oseanografi yang berkarya di negeri orang. Univ2 yang menyediakan program studi Oseanografi:

  1. Institut Teknologi Bandung
  2. Universitas Diponegoro
  3. Universitas Hang Tuah

Dunia Industri

Seperti pada brosur yang dapat dilihat pada link di paragraf2 sebelumnya, lulusan oseanografi akan dapat berkarir di berbagai bidang industri. Diprediksi ke depannya, tren ini akan terus meningkat. Hal ini diperkuat jika anda “googling” dengan kata kunci tertentu untuk melihat pasar kerja.

Metocean Engineer

Metocean engineer ini biasanya bekerja di perusahaan2 minyak dan gas bumi, di eropa saat ini berkembang juga utk di sektor energi terbarukan seperti Offshore Wind Farm (tau kan?).hehe

Apa saja yang dilakukan metocean Engineer? Mereka mengambil (akuisisi data) fisis laut seperti arus dan gelombang maupun angin (faktor meteorologis) dengan metode yang tidak lazim! Seperti instalasi mooring buoy utk instrument pengukuran di sekitar anjungan lepas pantai. Kemudian pengolahaan datanya, seperti statistik gelombang utk penentuan kekuatan gelombang di suatu struktur dengan mencari nilai ekstrim, periode ulang, dll. Data2 tersebut kemudian biasanya diserahkan kepada engineer lain seperti ahli strukturnya (misal: utk analisis kelelahan), ahli lingkungannya (pencegahan dan penanggulangan minyak tumpah),  keselamatan kerja (prediksi cuaca utk misal: operasi helikopter dan subsea inspection), dll. Metocean Engineer juga berperan dalam pengambilan keputusan semisal pengembangan lapangan.

Tantangannya saat ini yaitu cadangan minyak dan gas bumi yang cenderung menipis mendorong ekslorasi di laut dalam. Biasanya eksplorasi di laut dalam sangat beresiko selain mahal dan secara keamananya yang beresiko tinggi. Selain itu kebutuhan akan energi terbarukan di laut lebih potensial. Utk itu peran metocean engineer sangat penting dalam efektifitas biaya.

kenapa engineer? karena adanya rekayasa dalam pengambilan data fisis laut (tidak konvensional) terutama di laut dalam, rekayasa pengolahan data (disesuaikan dengan kebutuhan desain struktur/ design criteria)

Perusahaan2 prospek:

  1. Royal Dutch Shell (Migas belanda)
  2. ExxonMobil (migas US)
  3. Statoil (migas Norwegia)
  4. Total (migas Perancis)
  5. Fugro GEOS (kontraktor migas asal belanda)
  6. BMT (kontraktor migas asal inggris)
  7. RPS Metocean (kontraktor migas asal Inggris)
  8. Tripatra (kontraktor/ EPC migas nasional)
  9. PT. Timah (persero) (perusahaan tambang timah nasional) –> offshore operation
  10. Saipem (kontraktor/ EPC migas)
  11. McDermott (kontraktor/ EPC migas)
  12. Worleyparsons (kontraktor/ EPC migas)

mata kuliah yang penting:

  1. gelombang laut
  2. survey oseanografi
  3. pemodelan oseanografi
  4. analisis sinyal oseanografi
  5. statistika
  6. hidrodinamika
  7. arus laut
  8. analisis data oseanografi
  9. survey hidrografi
  10. Suplemen dari jur. Meteorologi misal: Meteorologi Umum

Coastal Modeler

Coastal modeller bekerja dengan mensimulasikan dinamika2 laut di suatu perangkat lunak. Pemodelan yang dihasilkan meliputi pemodelan hidrodinamika/sirkulasi arus, pemodelan gelombang, pemodelan sedimen, pemodelan sebaran polutan (lingkungan), dll secara 1D, 2D, 3D. Pemodelan merupakan “alat” seorang oseanografer yang cukup efisien dalam memprediksi gejala2 alam laut. tanpa perlu mengeluarkan biaya yang banyak, suatu perusahaan dapat mengambil keputusan dengan cepat. Misalnya, prediksi tingkat sedimentasi di suatu kolam pelabuhan utk mencegah pendangkalan yang mengganggu operasi kapal laut, model persebaran termal dari buangan PLTU, dan juga model perencanaan pengerukan dan reklamasi. Walaupun banyak di belakang meja, seorang Coastal Modeler juga perlu memiliki kemampuan survey lapangan, karena data-data lapangan pada kondisi tertentu tetap diperlukan utk memvalidasi hasil model.

Biasanya Coastal Modeler bekerja di perusahaan2 coastal engineering, sebagian di perusahaan migas, dan sebagian lagi di konsultan2 riset. Wanita yang kurang nyaman dengan aktifitas lapangan, akan lumayan cocok dengan profesi ini.

Perusahaan2 prospek:

  1. Royal Boskalis –> dredging asal belanda
  2. Van Oord –> dredging asal belanda
  3. National Marine Dredging Company –> dredging asal UAE
  4. Worleyparsons
  5. Pelabuhan Indonesia (Persero) –> BUMN tempat ane magang/KP..hehe
  6. Bhumi Warih –> (Indonesia)
  7. Labmath Indonesia –> Institut Riset Indonesia-Belanda

mata kuliah yang penting:

  1. Mekanika Fluida
  2. Statistika
  3. Hidrodinamika
  4. Komputasi Oseanografi
  5. Metode Numerik
  6. Pemodelan Oseanografi I dan II
  7. Pemodelan Lingkungan Laut
  8. Transpor Sedimen Laut
  9. Gelombang Laut
  10. Arus Laut
  11. Pasang Surut
  12. Fisika Matematik I dan II

Hydrographic dan Oceanographic Surveyor

Inilah profesi yang lbiasanya digeluti para lulusan Oseanografi, peranan sprofesi ini sangat penting untuk penyediaan data-data yang akan dipakai selanjutnya oleh para engineer struktur dan lain2. Orang2 yang berada di profesi ini akan berkolaborasi dengan para lulusan dari Tek. Geodesi maupun Tek. geofisika.

Kalian tentunya sudah tidak asing lagi mengenai deskripsi kerja profesi ini, sehinggap saya tidak perlu menjelaskan secara rinci.hehehe

Seorang Hydro-oceanographic surveyor melakukan pengukuran utk memperoleh data2 fisis laut (biasanya tidak diolah lebih lanjut, berbeda dengan metocean engineer) seperti arus, gelombang, batimetri, side scan sonar utk mendapatkan citra bawah laut (deteksi ranjau, kapal karam, jalur kabel, pipa bawah laut, dll), magnetometer (deteksi logam),  alat CTD (utk parameter kimia laut), dll. surveyor ini juga memakai tools lainnya seperti grab sampler, box coring (utk geoteknik dgn mndapatkan informasi sedimen dasarnya), dan tools2 lainnya. O ya, utk laut dalam, biasanya menggunakan ROV (remotely operated vehicle) karena bbrp instrumen ukur hanya dapat bekerja sampai kedalaman tertentu alias terbatas!. Kata salah seorang dosen dari Tek. Kelautan ITB bilang, klo harga 1 ROV itu bisa sampe 2X nya Toyota Alphard bro! kebayanglah!

Perusahaan2 prospek:

  1. Pageo (Nasional)
  2. EGS (Inter)
  3. Seascape (Inter)
  4. Fugro (Inter)
  5. MGS (Nasional)
  6. Calmarine (Nasional)
  7. PT. Rukindo (BUMN)
  8. PT. Surveyor Indonesia (BUMN)
  9. dll

Marine Seismic Navigator (Offshore Navigator)

Dalam kegiatan eksplorasi pencarian sumber daya hidrokarbon yang letaknya di area laut lepas, seorang navigator sangat berperan penting dalam memastikan posisi dimana survey seismik dilakukan. Tanpa informasi lokasi dan posisi yang baik, data seismik yang diperoleh dari hasil eksplorasi akan tidak valid. Tanya kenapa? ya tentu saja, nanti para interpreter seismiknya akan kesulitan menentukan lokasi/letak dimana terkandungnya hidrokarbon tersebut! Keahlian dalam positioning laut sangat diperlukan dalam pekerjaan ini!

Kuliah Hidrografi sangat berperan penting! semangat kawan!

Perusahaan2 prospek:

  1. PGS – Petroleum Geo-services –> Norwegia *kalo ga salah
  2. WesternGeco (subs. Schlumberger) –> Perancis-US
  3. CGGVeritas –> Perancis
  4. Elnusa –> Indonesia
  5. Polarcus
  6. Fugro Geoteam –> Walanda a.k.a Londo a.k.a Belanda

Oil Spill Combat Responder

kalo di darat sih seperti pemadam kebakaran lah kasarnya. Tapi, keahlian ini sangat spesifik. Pertama karena di laut (resiko tingkat keselamatan lebih tinggi), musuhnya tumpahan minyak (ga bisa dibasmi begitu aja/ banyak metodenya).

profesi ini kerjanya utk menanggulangi masalah minyak tumpah. banyak metodenya dalam menanggulanginya, seperti dispersant, skimmer, diledakkan/dibakar,dll. Biasanya perusahaan merekrut dari lulusan mana saja, standarnya sih kalo ga salah s1. Tapi seoarang lulusan oseangrafi memiliki nilai lebih karena, pengetahuan laut dan lingkungan laut yang dalam, terbiasa dengan iklim laut (sering field trip!)hehe, dan kuat2!hahaha

Perusahaan2 prospek:

  1. Slickbar
  2. Oil Spill Response
  3. Leadership Indonesia

Profesi Lainnya

Pada paragraf2 awal saya sempat menyinggung bahwa Oseanografi merupakan jembatan sains dan teknik. Ingat, pada hakikatnya jurusan ini (khususnya di ITB yang saya ketahui) banyak mempelajari prinsip2 kerekayasaan (principle of engineering). Dengan tingkat kemampuan seorang sarjana, seharusnya lulusannya dapat fleksibel di berbagai bidang kerekayasaan lainnya.

Karena kebetulan di himpunan (Himpunan Mahasiswa Oseanografi ITB) saya menjabat sebagai kepala divisi hubungan alumni, maka saya dapat menceritakan banyak hal yang saya dengar dengan lulusan2 ose ini.

Beberapa lulusan Ose banyak yang bekerja di perusahaan migas, selain profesi di atas, profesinya lainnya apa?

ada yang jadi: field engineer, geophysicist, HES (Health Environment Safety) Engineer , dan banyak lagi sebenernya.

Field Engineer

yaps, karena kefleksibelannya tadi, belajar mekanika fluida, mekanika, termodinamika, matematika rekayasa, statistik,dll sehingga beberapa alumni ada yang gawe di perusahaan macem Halliburton, Schlumberger sebagai field engineer, dan sebagian lagi ada yg berprofesi jadi Well Intervention Engineer di Total. Yaps, sekali lagi, ketika bicara ekploitasi migas, anda akan menghadapi yang namanya fluida (dari reservoir, di bor, sampe di kilang!) haha

Geophysicist

Oseanografi ITB dulunya jadi satu dengan 2 prodi lainnya yaitu Geofisika dan Meteorologi, jadi beberapa alumni ada yg nambah suplemen dari jurusan geofisika, sehingga ketika lulus ada yang jadi Geophysicist!

HES Engineer

Saat kuliah di Ose ada beberapa mata kuliah wajib yang disediakan dari jurusan Tek. Lingkungan, pada akhirnya banyak yg jeblos dengan profesi ini..hehe

Marine Environmental Engineer/Scientist

Saya sempat berbincang2 dengan seorang alumni yang bekerja di sebuah perusahaan besar pertambangan emas Papua. Beliau memantau/monitoring tingkat pencemaran di area pembuangan tailing dari hulu ke hilir. wow!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.